<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1233">
 <titleInfo>
  <title>Qira'ah Mubadalah:</title>
  <subTitle>Tafsir Progresif Keadilan dalam Islam</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faqihuddin Abdul Kodir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>IRCiSoD</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>616 hlm. ; 24 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Qira'ah mubadalah yang ditawarkan oleh buku ini sesungguhnya merupakan sumbangan penting, tidak hanya dalam memahami teks-teks keagamaan, melainkan juga sebagai cara pandang dunia. Meskipun metode ini dimaksudkan untuk merespons teks-teks primer dalam Islam yang menggunakan bahasa dengan kesadaran gender tertentu, namun metode yang sama juga bisa menjadi cara baru dalam melihat keragaman sosial agar tidak melahirkan ketimpangan relasi. Ketimpangan relasi, apa pun, bisa melahirkan ketidakadilan karena berawal dari cara pandang negatif terhadap perbedaan antarpihak yang mempunyai relasi. Salah satu tantangan serius ikhtiar mewujudkan keadilan gender adalah cara pandang dikotomis pada laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan berbeda sehingga keduanya dilihat bertentangan satu sama lain. Salah satu pihak mesti menaklukkan pihak lain. Jika tidak, maka ia yang akan ditaklukkan. Sistem patriarki mempunyai andil besar dalam cara pandang dikotomis ini. Laki-laki diletakkan secara superior, sedangkan perempuan inferior sebagai pengabdi mereka. Nilai perempuan ditentukan oleh sejauh mana ia memberi manfaat pada laki-laki.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Islam dan emansipasi</topic>
 </subject>
 <classification>297.032 334</classification>
 <identifier type="isbn">9786027996808</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Nuur Ar Radhiyyah Modern School Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>297.032 334 KOD q</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PNR0995</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Nuur Ar Radhiyyah (Rak 200 Agama)</sublocation>
    <shelfLocator>297.032 334 KOD q</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">PNR0996</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Nuur Ar Radhiyyah (Rak 200 Agama)</sublocation>
    <shelfLocator>297.032 334 KOD q</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>3.2.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1233</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-25 14:24:05</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-07-22 15:00:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>